Search here ^w^

Tampilkan postingan dengan label Alice Nine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alice Nine. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2013

[SINGLE] Alice Nine - Shooting Star (2013.05.29)


Tracklist:
1. Shooting Star
2. Affection
3. Shooting Star (inst.)
4. Affection (inst.)



Sc: FAIX

Kamis, 30 Mei 2013

Alice Nine Umumkan Perilisan New Best Album


Bertepatan dengan hari perilisan single "Shooting Star", Alice mengumumkan bahwa mereka akan merilis new best album yang berjudul "Alice Nine Complete Collection II 2010~2012". Album ini terdiri dari lagu sejak 2010 hingga 2012 dan akan rilis pada tanggal 21 Agustus mendatang.
Silahkan cek tracklist album dibawah ini:

Alice Nine Complete Collection II 2010~2012 [¥2800]
Track list:
1. Senkou
2. Le Grand Bleu
3. Stargazer
4. Shinkirou
5. Karma
6. GEMINI-0-eternal
7. GEMINI-I-the void
8. GEMINI-II-the luv
9. BLUE FLAME
10. Zankyou white out
11. Heart of Gold
12. Ray
13. Niji no yuki
14. NEMESIS
15. Subete e


Sc: OHP, M-H

Kamis, 09 Mei 2013

[Lyric] Alice Nine - Scarlet


Band          : Alice Nine
Title           : Scarlet
Single         : SHADOWPLAY
Date           : 17 April, 2013
Lyric           : Shou
Composer : Saga
Source       : Kanpeki Music
Romaji       : KaRuki-san desu!



---KANJI---
乾きへなぞらせて
軋む 闇夜の劣情

熱まで閉じ込めた
理性、麻酔に冒され

この世界が消えて
また何も無くなっても
確かなものは 君の甘美な声

闇から羽撃け この胸の痛みよ
枯れた声は届かず 只、耳に残るは 君の色

錆び付く鉄の味
何度噛み締めただろう

ゆらめく天井が
不意に 光を呑み込む

この世界が消えて
また何も無くなっても
同じ形のピースを探すだろう

刹那よ 祈りよ この胸を癒して
枯れた声は届かず 飲み干した媚薬は朱の色

闇から羽撃け この胸の痛みよ
枯れた声は届かず 只、耳に残るは

薄汚れたルージュで線引く
黒と白の世界で重ねた
朱の色


---ROMAJI---
Kawaki e nazora sete
Kishimu yamiyo no retsujou

Netsu made tojikometa
Risei, masui ni okasare

Kono sekai ga kiete
Mata nani mo nakunatte mo
Tashika na mono wa kimi no kanbi na koe

Yami kara habatake kono mune no itami yo
Kareta koe wa todokazu tada, mimi ni nokoru wa kimi no iro

Sabitsuku tetsu no aji
Nando kamishimeta darou

Yurameku tenjou ga
Fui ni hikari o nomikomu

Kono sekai ga kiete
Mata nani mo nakunatte mo
Onaji katachi no PIISU o sagasu darou

Setsuna yo inori yo kono mune o iyashite
Kareta koe wa todokazu nomihoshita biyaku wa aka no iro

Yami kara habatake kono mune no itami yo
Kareta koe wa todokazu tada, mimi ni nokoru wa

Usuyogoreta rūju de senbiku
Kuro to shiro no sekai de kasaneta
Aka no iro

Senin, 06 Mei 2013

[Lyric] Alice Nine - SHADOWPLAY

Band          : Alice Nine
Title           : SHADOWPLAY
Single         : SHADOWPLAY
Date           : 17 April, 2013
Lyric           : Shou
Composser : Shou
Source       : Beautiful Song Lyrics
Romaji       : KaRuki-san desu!



---KANJI---
大切な横顔と届かない声 軋む心置き去りにしても
いつまでも いつまでも 想いは枯れず
君の影を探した

欠けた月で象ったパズルは解けない
幕は台詞を待ち 開く

ずっと隣にいたいと口には出来ずに 遠のいてた背中

傷が増えても触れていたくて
過ごした日々は嘘じゃないと手を伸ばすけど

叶わない願い程掴みたいから
辿る果てに君をさがしてた
もう二度と もう二度と 離れないよと
千の夜を塗り替え 伝えたいんだ

今は言葉に出来ない 覚えたばかりの痛みを抱き叫ぶ

モノクロの昨日 極彩の明日
描きたい未来予想図はこの手の中に

心から溢れ出す煌めく涙 枯れる花に彩りを与え
いつまでも いつまでも 忘れないよと
交わす言葉 空虚に耳に残った

大切な横顔と届かない声 軋む心 置き去りにしても
いつまでも いつまでも 想いは枯れず
君の影を探した

叶わない願い程忘れられずに
形の無い歌に変わるだろう
もう二度と もう二度と
重なりはしない 演じ切った幕切れ
最期にしよう


---ROMAJI---
Taisetsu na yokogao to todokanai koe kishimu kokoro okizari ni shite mo
Itsu made mo itsu made mo omoi wa karezu
Kimi no kage o sagashita

Kaketa tsuki de katadotta PAZURU wa tokenai
Maku wa serifu o machi hiraku

Zutto tonari ni itai to kuchi ni wa dekizu ni toonoiteta senaka

Kizu ga fuete mo fureteitakute
Sugoshita hibi wa uso janai to te o nobasu kedo

Kanawanai negai hodo tsukamitai kara
Tadoru hate ni kimi o sagashiteta
Mou nidoto mou nidoto hanarenai yo to
Sen no yoru o nurikae tsutaetai n'da

Ima wa kotoba ni dekinai oboeta bakari no itami o daki sakebu

MONOKURO no kako gokusai no asu
Egakitai mirai yosozu wa kono te no naka ni

Kokoro kara afuredasu kirameku namida kareru hana ni irodori o atae
Itsu made mo itsu made mo wasurenai yo to
Kawasu kotoba kuukyo ni mimi ni nokotta

Taisetsu na yokogao to todokanai koe kishimu kokoro okizari ni shite mo
Itsu made mo itsu made mo omoi wa karezu
Kimi no kage o sagashita

Kanawanai negai hodo wasure rarezu ni
Katachi no nai uta ni kawaru darou
Mou nidoto mou nidoto
Kasanari wa shinai enjikitta makugire
Saigo ni shiyou

Selasa, 23 April 2013

Detail Single Alice Nine "shooting star"


Alice Nine yang sebelumnya diberitakan bahwa mereka akan merilis single 3 bulan berturut-turut yang dimulai dari bulan Maret kemarin, inilah single terakhir dari masa tersebut.

Alice Nine akan merilis single pada bulan tanggal 29 Mei mendatang dengan judul single "shooting star". berikut tracklistnya:

Tipe A[¥1,890]
(CD)
1.shooting star
2.Affection
3.shooting star(Inst.)
4.Affection(Inst.)
(DVD)
-- shooting star MUSIC VIDEO / MAKING
-- Heart of Gold(Alice Nine Live 2012 Court of “9”#4 Grand Finale COUNTDOWN LIVE 12.31)

Tipe B[¥1,890]
(CD)
1.shooting star
2.Affection
3.shooting star(Inst.)
4.Affection(Inst.)
(DVD)
-- Affection MUSIC VIDEO
-- 花霞(Alice Nine Live 2012 Court of “9”#4 Grand Finale COUNTDOWN LIVE 12.31)

CD Only[¥1,260]
(CD)
1.shooting star
2.Affection
3.shooting star(Inst.)
4.Affection(Inst.)


Sc: OHP, Edohsama

Kamis, 18 April 2013

[SINGLE] Alice Nine - SHADOWPLAY (17.04.2013)



[Maxi-Single] Alice Nine - Shadowplay (17.04.2013)

Tracklist:
1. SHADOWPLAY
2. Scarlet
3. SHADOWPLAY (Inst.)



If the link is broken, please contact me!


Thanks to: Yuuzhea Visualizer

Selasa, 02 April 2013

Two Leafs One Flower #2


Author: Deakartika Gazerock a.k.a Matsukaza Takuya
Rated: T
Genre: Romance, Angst,
Fandom: the GazettE, Versailles, Alice Nine
Pairing: Hizaki x Ruki, Kai x Hizaki, Tora x Saga, Aoi x Uruha,
Part: 2/???
Warning: Fanfic NISTA, kebanyakan PERCAKAPAN ketimbang NARASI, BOBROK & NGAWUR ABIS! Daku bukan author yang pro, maap klo ff buatan saya yang memalukan ini tidak berkenan dihati para reader sekalian    m(__)m
Note: Hizaki disini udah di transgender oleh saya xD *plak*.

Douzo!^_^


~Admission~
---------------




“Hmp~”, Hizaki masih berusaha semampunya untuk kabur dari pelukan Shou.


“Kenapa sayang? kau tak sabar untuk bermain bersamaku?” Shou mengeluarkan senyuman iblisnya.

Bermain? Kau gila?! Aku benar-benar tidak sudi!

Sampailah mereka di taman belakang sekolah. Tak ada seorangpun  disana. Hanya ada taman bunga dan pondok kecil permanen. Tiba-tiba Shou mendorongnya ke dalam pondok itu.

“Ittai~!” Hizaki merintih kesakitan.

“Baiklah sayang, ayo mulai permainan kita”, shou terlihat sangat bersemangat, semangat yang menandakan sebuah malapetaka akan datang menghampiri Hizaki.

“Apa maksud–?!”

Tiba-tiba Hizaki merasakan bibirnya telah melekat pada bibir lelaki nakal itu, terasa sangat lembut. Dengan cepat Shou lalu membaringkannya dan memeluk Hizaki dengan gerakan yang sangat liar, seperti singa yang akan memangsa korbannya.

“...nggghh~....” Hizaki menggeliatkan tubuhnya agar bisa kabur dari kondisi berbayaha itu, tapi itu semua percuma. Shou melepaskan bibirnya dan berbisik dengan sedikit mendesah.

“Tidak sayang, aku tidak akan melepaskanmu sebelum permainan kita selesai” Shou mempererat pelukannya.

“Hentikan! Atau tidak aku akan, ugh~!”, belum selesai Hizaki berbicara, mulutnya langsung dibungkam dengan ciuman maut Shou.

Ia terkurung dalam kondisi berbahaya, ini sungguh menyiksa. Lalu, Shou mencoba menerobos bibir Hizaki dengan lidahnya. Tangan Shou mulai meraba bagian tubuhnya.

Shou melepaskan ciuman darinya karena tidak bisa menerobos bibir Hizaki yang tertutup rapat. “Tenang, aku tidak akan melukaimu. Justru akan ku buat kau bahagia hari ini” Kembali Shou mencium bagian lain, dan target selanjutnya adalah leher Hizaki.

“Shou, Pergi! Menyingkir dariku!”

Shou terlihat sangat senang, tangannya mulai membuka satu persatu kancing baju seragam yang digunakan Hizaki. Dan Shou kembali menyumbat bibir merah milik korbannya kali ini.

“Ugh~...Shou...hen..ti.....kan.....ngghh~” Hizaki masih terkurung dalam pelukan.

Ia berhasil membuka semua kancing seragam Hizaki sehingga angin yang berhembus dengan lembut menggesek bagian badannya yang terbuka.

“Hey, bolehkan aku menyentuh dadamu yang indah ini?”

“Nani?!” mata Hizaki terbelalak dengan perkataannya. Tanpa menunggu jawaban, shou langsung menjamah dada Hizaki.

“Uwaa! Tasukete kudasai! Shou, pergi! Menyingkir dariku!”, Hizaki mulai memberontak, tapi Shou tidak kalah saing. Ia malah memperkuat pelukannya dan kembali mencium Hizaki dengan lebih kasar.

Tep, seseorang menyentuh pundak kiri Shou. Ia menoleh pandangannya dan berdiri, “Hey, jangan ganggu. Aku sedang–”

DUAK! sebuah pukulan bersarang pada pipi Shou yang halus hingga membuatnya terjatuh.

“Apa yang kau lakukan pada wanita ini?” sesosok lelaki itu berdiri di dekat Hizaki, terlihat sama-samar.

Shou bangkit dan menatap lelaki itu dengan tajam. “Memang kenapa? Perlukah kau tahu itu, chibi? heh” Shou menyeka darah dibibi

Eh? Chibi?

“Jangan dekati dia lagi atau kau akan ku hajar lebih dari ini.” Lelaki tersebut membelakangi Hizaki dan melindunginya dari serangan Shou jika Ia kembali melakukan perlawanan terhadap Hizaki atau lelaki tersebut.

“Baik-baik, tapi itu tidak akan berlangsung lama karena aku akan menculiknya agar aku bisa bermain kembali dengannya” Shou mengeluarkan senyuman untuk menyidir lelaki itu dan akhirnya pergi meninggalkan mereka.

Hizaki kembali memasang kancing seragamnya dan merapikan kembali. “Arigatou telah menyelamatkanku, tanpamu mungkin aku sudah dihabisi oleh si hentai itu.”

“Douita, lain kali hati-hati dengan Shou. Dia memang seperti itu kalau sudah ketemu cewek yang lagi lengah.” Lelaki itu membalikkan tubuhnya dan ternyata Ia adalah..

“Heeee?! Ruki??!! Apa yang kau lakukan disini?!” Hizaki sangat terkejut ternyata Ruki lah yang menyelamatkannya tadi. Wajahnya memerah seketika.

“Baru sadar ya? Dasar...Aku hanya sedang bosan dan memutuskan untuk mengelilingi sekolah. Lalu, aku mendengar teriakanmu tadi. Makanya aku kesini dan ternyata Shou sedang melakukan aksinya kembali. Baiklah, ayo kita ke kelas. Sebentar lagi bel berbunyi.” Ruki memegang tangannya. Rasa malunya kembali meningkat.

“Eh? Tanganku?! Hahah... tolong lepas Ruki sebelum aku gila karenamu.” Jerit hati Hizaki sambil menahan perasaan yang sangat kacau, tidak tahu harus senang atau malu.

Sesampainya di kelas, semua siswa terkejut melihat kedatanganku bersama ruki.

“Wow! Lihat mereka! Sepertinya ada yang punya hubungan baru nih. Cuit cuit!” teriak Hiroto, selaku ketua kelas. Cewek-cewek satu kelas langsung teriak histeris.

“Ruki! kau tega berselingkuh dibelakangku?!” Reita syok melihat kedatangan mereka dengan adegan yang cukup fenomenal (?).

“Apa-apaan kalian? Aku hanya berjalan dengannya dan tidak melakukan apa-apa. Apa itu masalah? Dan kau Reita, apanya yang selingkuh? Kau juga sering berduaan dengan Nao ‘kan?”

“Tidak kok! Mana pernah aku berjalan dengannya.” Reita mulai gelalapan mendegar ucapan Ruki.

“Oh begitu? Jadi ini apa?” Ruki menunjukkan foto dari Hp-nya.

Beberapa orang melihat layar Hp Slip tersebut, termasuk Reita. “Huwa!” Reita langsung mengambil Hp Ruki. Itu adalah foto Reita sedang mencium dahi Nao.

“Darimana kau mendapatkan?” Reita terlihat kalang kabut.

“Dari diriku sendiri. Aku melihat kau sedang duduk bersama Nao di cafe langgananmu.”

Aku hanya tertawa melihat reaksi Reita yang sedang menahan malu dan melangkah menuju tempat dudukku.

“Kau senang berjalan dengan Ruki ‘kan?” Aoi menghampiriku.

“Eh? Tidak kok, biasa saja.”

“kenapa? Kau trauma denganku karena kejadian waktu itu?”

“Sangat. He~”

“Hahaha. Itu hanya sebuah uji coba kok.” Aoi tertawa kecil

“Eh? Maksudmu?”

“Aku hanya mengujimu apakah kau benar-benar menyukai Ruki atau tidak. Dan hasilnya benar, kau lulus dalam uji cobaku.”

“Heh. Alasan konyol. Aku benar-benar tak sudi dinistakan seperti itu. Sebenarnya apa maumu?” Hizaki menatap wajahnya dalam-dalam. Ia tidak yakin dengan kata-kata yang barusan diucapkannya.

“Apakah kau mau ku bantu agar kau mendapatkannya?”

“Tidak, terima kasih. Biarkan aku berusaha terlebih dahulu.”

“Baiklah kalau memang itu maumu. Tapi kalau ada apa-apa, panggil saja aku” Aoi mengacungkan tangannya keatas.

“Hai’, senpai.” Hizaki melontarkan tawa jengkel padanya dan Aoi hanya tersenyum manis.

----------


Bel pulang berbunyi. Hizaki membereskan barang-barangnya, lalu menghampiri Kai.

“Kai, pulang sama-sama yuk? Hehe”

“Tidak, terimakasih.” Wajah Kai terlihat muram dan pergi meninggalkannya.

“Lho? kenapa? Ada yang salah denganku? Padahal dia tidak pernah menolak jika aku mengajaknya pulang bersama.” Gumamnya dalam hati. Hizaki sedikit bingung dengan tingkah Kai barusan.

Selama perjalanan pulang, Hizaki berpikir keras apa yang membuat Kai hingga seperti itu. Akhirnya Ia memutuskan untuk menelpon teman kecilnya itu.

Drr..drr..drr

“Moshi-moshi.” Kai menjawab telponnya.

“Moshi-moshi, Kai. Kenapa kau menolak pulang bersamaku tadi? Apa aku telah melakukan kesalahan?” Tanya Hizaki sedikit gugup.

“.....” Kai tidak menjawab sedikitpun.

“Kai? Apa kau masih disana?”

Tuuuuuut

Kai menutup telponnya. Sudah  Ia duga, ada yang tidak beres dengan Kai. Hizaki berlari menuju rumah Kai untuk menanyakan lebih lanjut masalahannya.


Akhirnya tiba juga di rumah Kai. Hizaki melihat didepannya ada ibu Kai yang sedang menyiram bunga. Lalu Ia memutuskan untuk menghampiri wanita itu. “Sumimasen Oba-san. Apakah Kai ada dirumah?”

“Oh Hizaki! Kai, ya? Dia ada di dalam kok. Silahkan masuk! Kamarnya ada di lantai 2.” Ibunya tersenyum dengan lesung pipi yang sangat manis, sama dengan senyuman Kai.

“Eh? Arigatou Gozaimasu!” Hizaki membungkukkan tubuhnya dengan riang dan melangkah menuju rumah Kai.

Terlihat rumah ini sangat sepi. Tak ada orang kecuali Kai di dalam kamarnya.

Tok tok tok

“Siapa itu?” Terdengar suara lelaki dari dalam kamar.

“Ini aku, Hizaki. Ada yang ingin aku bicarakan.”

Krek, pintunya terbuka dari dalam. Tampak wajah Kai yang muram dengan rambut acak-acakan dan pakaian yang berantakan.

“Oh, Hizaki. Ada apa?” Kai tersenyum, namun seperti senyum yang terpaksa.

“Ano.. aku ingin bertanya. Kenapa kau menolak ajakanku tadi? Apa aku telah melukai hatimu?” hati Hizaki mulai gugup ketika menanyakan itu.

“Iie, daijoubu.” Kai tertawa kecil dan mengusap rambutnya.

“Uso! Katakan sejujurnya padaku!”

“Aku serius, tak ada yang perlu kau khawatirkan”

“Kai. Jangan berdus.....” tiba-tiba Kai menariknya kedalam dan mengunci pintu.

“Eh?” Hizaki tercengang melihat dirinya yang telah ada dipelukan Kai.

Hangat sekali.

“Jangan pergi dariku.” Wajah Kai terlihat sangat serius.

“Apa maksudmu? Wakaranai.” Jantungnya berdebar kencang. Hizaki semakin gugup dengan Kai. Namun, pelukan ini terasa sangat nyaman baginya.

Kai mencium dahinya dengan tulus. “Suki desu.”

“Nani?!” Mata Hizaki terbelalak mendengar kata-kata itu dan melepas paksa pelukan Kai dan berlari menuju keluar kamarnya, tetapi percuma karena pintunya terkunci dan kuncinya ada di tangan Kai. Akhirnya hanya bisa terdiam tak berkutik di depan pintu.

“Kenapa kau lari? Kau tidak mau denganku? Apa karena aku tidak sesempurna Ruki yang kau cintai itu?” Kai menahan pundak Hizaki dengan kedua tangannya.

“Eh?! Dari mana kau tau?! Itu semua bohong!”

“Jangan berbohong padaku. Kau pikir dengan pertemanan kita sejak kecil itu tak membuatku bisa membaca pikiranmu? Aku tau apa yang kau rasakan dan inginkan, hizaki-san.” Kai menajamkan matanya dan Hizaki mulai ketakutan.

“Aku..aku..” Hizaki tak memiliki mental berbicara untuk saat ini, gugup ingin berbicara dengan Kai.

“Sebenarnya selama ini aku menyimpan rasa denganmu. Tapi aku cemburu melihatmu berjalan dengan Ruki! Kau pikir senyuman yang selama ini kuberikan padamu saat kau bersama Ruki adalah sukarela? Aku tersenyum padamu karena aku menahan rasa sakit hati yang tak tertahankan!”

“Kai cemburu padaku? Kenapa dia tak pernah mengatakan padaku jika dia menyukaiku? Kita ‘kan sudah berteman sejak kecil?” Gumam hati Hizaki yang masih ketakutan dengan kemarahan Kai.

Mendadak Kai mencium bibirku dengan lembut, menahan kedua tanganku dengan tangannya.

Kenapa? Apakah kau dendam padaku karena aku tak pernah menghiraukan perasaanmu?

Tidak puas hanya dengan mencium, Ia mencoba memainkan lidahnya untuk menerobos bibir Hizaki. Tangannya dikunci oleh tangan kiri Kai, sedangkan tangan kanan Kai pun mulai meraba tubuhnya.

“Ugh~ Kai... hen..tikan~”, Ia tak menghiraukan kata-kata Hizaki. Sepertinya Kai benar-benar marah, terlihat ingin melampiaskan kecemburuannya selama ini.

Kai melepaskan bibirnya, sedangkan Hizaki terduduk lemas, sepertinya tenaganya sudah mulai habis. Kai pun ikut duduk didepannya. “Kai? Kenapa? Kenapa kau lakukan ini padaku??” tak sadar air mata Hizaki menetes di lengan Kai.

Kai mengusap air matanya,“ Karena aku ingin kau menjadi milikku. Tak akan ku biarkan kau disentuh oleh orang lain. Kumohon, apa yang membuatmu tidak mencintaiku??”

“Bukannya aku tidak menyukaimu, tetapi kau tak pernah mengatakan perasaanmu. Aku pikir kita hanya sebatas teman. Tapi, ternyata kau memiliki perasaan yang berbeda kepadaku, sedangkan diriku sedang memiliki perasaan kepada orang lain.” Hizaki tertunduk lemas melihat wajahnya.

“Itu sebabnya aku melakukan ini padamu! Karena aku mencintaimu dan aku tidak ingin kau menjadi milik Ruki!”

“Maafkan Kai, kumohon biarkan aku pulang! Aku tak bisa berbincang-bincang jika didesak seperti ini!” Air matanya semakin banyak yang menetes, sedikit membasahi lengan seragam sekolah yang masih digunakannya

“Hizaki.. Gomen, gomennasai.” Kai memegang tangannya dan  mencium dengan sepenuh hati. Lalu membuka pintu kamar, mempersilahkan Hizaki untuk pulang.

----------


Waktu menunjukkan pukul 6 sore. Hizaki telah tiba di depan pintu rumah dengan pikiran yang sangat kacau.

“Tadai... errrr!” matanya terkejut melihat pemandangan yang tak lazim sekali dimana kakaknya sedang berciuman dengan pacarnya, Tora.

“Oh Hizaki! Okaeri.^^” Saga langsung melepaskan ciumannya.

“Gomen menggangu kalian. Silahkan lanjutkan kembali.” Hizaki memalingkan wajah dengan sedikit perasaan jengkel.

“Wah, kau marah ya? Gomen ne~..Oh iya, tadi ada temanmu yang mengirimi surat, ini.” Saga mengeluarkan surat bermotifkan bunga sakura dari kantong celananya.

“Dari siapa?”

“Tidak tahu, dia tak menyebutkan namanya”

“Hm.... Arigatou, niisan.”

“Douita, adik kecilku yang manis.”

Hizaki menyindirnya dan kembali menuju kamar. “Sudah lama juga aku tidak mendapat surat. Hehe.” Ia keluarkan isi amplop itu secara perlahan. “lho? Seperti aku mengenal bau surat ini, tapi siapa?”

Melihat keanehan ini membuatnya penasaran, tanpa basa basi Hizaki membaca isi suratnya.
.
.
.
“Uso! Shinjirarenai!” Kehisterisan itu membuat Saga berlari menuju kamarnya.

“Hizaki, ada apa?!” Panik Saga.

“Eh?! Tidak ada, tadi aku melihat tikus, besar sekali!”

“Hontou? Dimana?” Saga mengambil sapu yang entah darimana munculnya. *nah lho?*

“Disitu!” Saga sibuk mencari tikus itu, padahal itu hanya kebohongannya. Ia sedikit merasa bersalah.

 “Sudahlah kak, lebih baik hentikan. Cepat temui Tora-san sebelum dia kabur, sedangkan tikusnya biar aku yang mengurus”

“ha? Jangan bercanda, kau saja sudah takut tikus, gimana mau nangkapnya?”

“Tenang, aku rasa tikusnya sudah tidak disini lagi^^”

“Ehm.... Baiklah kalau memang itu maumu, jaa!” Saga berlari menuju kebawah mencari kekasihnya yang Ia tinggalkan di dekat pintu.

“Akhirnya keluar juga, huft.....” Hizaki bersandar dengan perasaan lega dan perlahan duduk di dekat pintu.

Ia kembali membaca surat itu. Dengan keringat dingin mengucur dari kepalanya. Tak disangka pengirim surat itu ada lah Ruki, orang yang menyelamatkannya saat diganggu oleh Shou.

Hizaki-san. Bisa kah kau menemuiku besok di taman belakang sekolah? Ku tunggu disana pada saat jam pulang sekolah. Ku harap kau bisa datang. Sankyuu..
Temanmu, Ruki

Apa maksudnya ini? Bisik hatinya yang kebingungan akan maksud surat dari seseorang yang tak di duga. Dan satu hal lagi yang membuatnya heran, kenapa Ia bisa tahu dimana alamat rumahnya? Hizaki terdiam sesaat untuk mencoba mencari tahu semua jawaban ini, tapi tubuhnya tak sanggup untuk mengetahui jawabannya akibat kelelahan yang sejak tadi bersemayam ditubuhnya. Hizaki membaringkan tubuhnya ke kasur yang cukup empuk bagi seorang wanita aneh sepertiku. Wanita yang terlalu lemah terhadap laki-laki, terutama yang Ia sukai selama ini. Rasa lelahnya mulai bereaksi pada tubuh indahnya. Lama kelamaan matanya mulai tertutup. Tak ada lagi tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas lain. Sepertinya Hizaki akan kembali masuk kedalam mimpi-mimpi indah yang lainnya.

----------


PRAK PRAK

Matanya langsung terbelalak. Kali ini Hizaki benar-benar merasa terganggu dengan bunyi barusan. Baru saja ingin nyebur (?) ke danau, tapi semuanya buyar berkat bunyi yang membisingkan telinga.

“Waktunya makan, bocah!” Saga kembali memukul panci yang dibawanya lengkap dengan spatula dan bergaya ala chief restoran.

“Apa-apaan gayamu itu niisan?” ==a

“Kenapa? Masalah? Ayo cepat turun. Aku sudah memasakkanmu makan malam.” Pinta Saga sambil menutup tirai kamar Hizaki.

“Makan malam? Niisan? Kemana tousan dan kaasan?”

“Mereka pergi ke Inggris” Saga menjawab dengan santainya.

“Nani?!” Hizaki langsung berdiri refleks.

“Wah. Kau belum mengetahuinya ya? Padahal ibu mengatakan kalau ibu akan mengirim e-mail kepadamu. Mereka pergi karena ada urusan bisnis. Yaa kira-kira selama 3 minggu mereka tinggal disana.”

“Mereka jahat...” Hizaki mendengus polos, membuat Saga hanya bisa melontarkan tawa kecil.

“Haha, sudah. Ayo kita ke bawah. Nanti makanannya keburu dingin tuh” Saga mengulurkan tangannya pada Hizaki. Sedikit tersenyum imut, kemudian  Hizaki meraih tangan yang terasa cukup halus dan lembut. Bersama mereka menuruni tangga sambil berbincang-bincang ringan.

“Ah...Konbanwa, Hizaki-chan!” teriak seseorang yang berasal dari ruang makan yang dikiranya sudah lenyap dari rumah ini.

“Konbanwa....kupikir Tora-san sudah pulang. Maaf sudah lama menunggu kami.” Ojigi sekilas lalu berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan Saga untuknya.

“Kenapa Tora-san masih ada disini? Bukankah hari sudah malam? Biasanya Tora-san sudah pulang kalau hari sudah gelap” cletuk Hizaki sambil melihat jam di salah satu bagian ruangan yang masih menunjukkan jam 18.45 PM.

“Niisan belum memberi taumu ya? Aku akan menginap disini hingga orang tua kalian kembali lho, hahaha” Tora-san menjawab polos pertanyaan yang Hizaki lontarkan. Sontak saja membuatnya terdiam sesaat. Lalu memalingkan wajahnya ke Saga dengan tatapan tajam.

“Apa?” Saga menyunggingkan senyuman licik padanya.

“Saga-nii~ temui aku setelah ini ditangga.” Ucap Hizaki sambil membalas senyuman liciknya dengan senyuman maut milik Hizaki. Kemudian Hizaki kembali memalingkan wajah ke makanan buatannya.

----------


“Kenapa kau begitu seenaknya membawa dia ke rumah ini? Terus apa maksudnya dia menginap disini? Apakah kalian ingin berhura-hura ria selama kaasan dan tousan di Inggris?!” Hizaki menggerutu dengan sedikit nada keras, membuat Saga sedikit terkejut. Namun bukannya komentar yang didapatnya, malah senyuman yang tak tau apa maksudnya itu. Membuatnya semakin ingin berteriak sekuat tenaga.

“Bagus dong. Berarti rumah ini akan terlihat lebih ramai. Dan aku juga akan lebih senang karena ada yang nemenin. Fufufu~”

“Hentikan tawa anehmu atau kutendang macan nyasar itu.”

“Hei, bersikaplah lebih ramah pada orang lain. Kalau orang tau sifatmu seperti ini tak akan ada yang mau denganmu.” Saga memencet hidung Hizaki yang spontan mundur satu langkah untuk menghindari jari Saga.

“Tapi tak adakah yang lebih pantas darinya? Apa niisan ingin membuatku iri karena kalian bisa ‘bermain’ bersama dengan aku sebagai penontonnya? Wah wah wah, licik sekali otakmu. Aku tak akan sudi menonton adegan aneh seperti itu.” Hizaki mulai menaiki tangga menuju kamarnya. Namun ia merasakan tangannya ditarik oleh seseorang yang barusan didekatnya.

“Niisan, lepaskan!”

“Gak”

“Argh, kumohon!” Hizaki melepas paksa genggaman itu. Tapi sayangnya Ia kalah saing dengan Saga walau lebih kurus darinya.

“Ada yang kau sembunyikan hingga membuatmu melampiaskannya padaku?” Saga menatap tajam Hizaki, tapi masih melempar senyum tipis khasnya.

“He? Apa maksudnya? Aku tak mengerti, hhaha” Hizaki mulai terlihat pucat. Jelas dalam hatinya ia terkejut dengan pernyataan kakaknya barusan.

“Katakan.”

“Apa sih? Serius deh niisan. Semua baik-baik sa–“

“Hizaki!” Saga sedikit membentak hizaki, membuatnya ketakutan dan bibirnya pun mulai gemetaran..

“Argh! Aku tak bisa berpikir kalau niisan membentakku dan lepaskan tanganmu!! Aku benar-benar ingin sendiri...” Saga melepaskan genggaman tangannya setelah merasakan tetes air mata Hizaki jatuh di tangannya. Hizaki berlari ke kamarnya dan tinggallah Saga seorang diri di bawah tangga yang masih termenung melihat air mata adik kesayangannya. Untuk pertama kalinya Ia melihat Hizaki begitu ketakutan dan menghindar darinya. Kali ini Saga benar-benar ada yang janggal darinya.

“Saga, ada apa? Aku mendengar ada keributan tadi.” Pemuda tinggi berambut raven berjalan keluar dari ruang makan menuju tempat Saga.

“Ah~ Maaf Tora. Tidak apa, semuanya sudah selesai.”

“Tapi aku mendengar ada perdebatan disini...”

“....”

“Saga, kenapa? Terjadi sesuatu kah? Ceritakan saja padaku.” Tora mengelus rambut coklatnya sambil ternsenyum. Tapi Saga tetap saja masih tertunduk dengan kejadian tadi.

“Iie... Daijoubu..” Saga mulai menaikkan wajahnya, melihat perlahan wajah Tora yang sedikit penasaran dengan permintaannya. Memasang senyum khas miliknya, membuat Tora blushing dan mengalihkan wajahnya.



+----------+ TBC +----------+

Hahaha, bener kan? gagal abis ;w;
saya tak berbakat, tapi entah kenapa tangan saya begitu gatel ngetik epe walau udah dikasi balsem seember T.T
Oh ya, di part 1 terjadi TYPO EVERYWHERE, jadi kemungkinan saya akan mengubahnya sedikit, dan mungkin tetep saja tidak menarik QwQ *pesimis stadium 3 kambuh
Kripik pedas diterima, tapi jangan lupa air dinginnya ya^_^ *do you know what i mean? xD
Yang ngebaca mohon tinggalkan jejak si bolangnya(?) ya ^w^


Rabu, 27 Maret 2013

[Lyric] Alice Nine - Himitsu (秘密)

Band          : Alice Nine
Title           : Himitsu (秘密)
Single         : Daybreak
Date           : 20 March, 2013
Lyric           : Shou
Composer : Saga
Source       : TUNE UP
Romaji       : KaRuki-san desu!



---KANJI---
忘れて 閉ざした 記憶の中に
本当に 大切な 物を探してる

(Bring me down)
優しくなぞるその指や
(Don’t go away)
微笑みかける笑顔も

知らず 知らず 心に鍵かけて
知れば 知る程 胸に刺さる

忘れかけた 心の隙間から
辿り着けない 未来を求めても
オルゴールを止めて 眠りの中へ
籠の中の森で眠る Secret

無情な針が刻み分けた時
想い出さえも切り分けてみよう
何が残るか見てみたい
お遊戯みたいにしてみたい
So tell me why I don’t know why
夢か現か飛び越え
Hold on me tight in sleeping forest
(秘めた願いは)?XYZ?

(Bring me down)
募らせ過ぎてた想いは
(Don’t go away)
沈黙が良くお似合い
馳せて 褪せた 結論はもう逃げて
海の中で泡に変わる

枯れる程に 貴方を呼べたなら
目も逸らさず笑顔をくれたのなら
それ以上望まない
それだけでいい
籠の鍵を探し出した True heart

知らず 知らず 心に鍵かけて
甘い 記憶 夢の中に 閉じ込めては
永遠を連れ去り消えた

(I don’t want to be lost)
惨めなほど 空回る願いは
願いのまま 届く事はなくて
貴方の隣には誰が眠るの?

雨は止まない
忘れかけた 心の隙間から
辿り着けない 未来を求めても
オルゴールを止めて 眠りの中へ
籠の中の森で眠る Secret


---ROMAJI---
Wasurete tozashita kioku no naka ni
Hontou ni taisetsu na mono o sagashiteru

(Bring me down)
Yasashiku nazoru sono yubi ya
(Don’t go away)
Hohoemi kakeru egao mo

Shirazu shirazu kokoro ni kagi kakete
Shireba shiru hodo mune ni sasaru

Wasurekaketa kokoro no sukima kara
Tadoritsukenai mirai o motomete mo
ORUGO-RU o tomete nemuri no naka e
Kago no naka no mori de nemuru Secret

Mujou na hari ga kizamiwaketa toki
Omoide sae mo kiriwakete miyou
Nani ga nokoru ka mite mitai
O yuugi mitai ni shite mitai
So tell me why I don’t know why
Yume ka utsutsu ka tobikoe
Hold on me tight in sleeping forest? XYZ?

(Bring me down)
Tsunora se sugi teta omoi wa
(Don’t go away)
Chinmoku ga yoku oniai
Hasete aseta ketsuron wa mou nigete
Umi no naka de awa ni kawaru

Kareru hodo ni anata o yobeta nara
Me mo sorasazu egao o kureta no nara
Sore ijou nozomanai
Sore dakede ii
Kago no kagi o sagashidashita True heart

Shirazu shirazu kokoro ni kagi kakete
Amai kioku yume no naka ni tojikomete wa
Towa o tsuresari kieta

(I don’t want to be lost)
Mijime na hodo karamawaru negai wa
Negai no mama todoku koto wanakute
Anata no tonari ni wa dare ga nemuru no?

Ame wa yamanai
Wasurekaketa kokoro no sukima kara
Tadoritsukenai mirai o motomete mo
ORUGO-RU o tomete nemuri no naka e
Kago no naka no mori de nemuru Secret

[Lyric] Alice Nine - Daybreak

Band          : Alice Nine
Title           : Daybreak
Single         : Daybreak
Date           : 20 March, 2013
Lyric           : Shou
Composer  : Tora
Source       : TUNE UP
Romaji       : KaRuki-san desu!



---KANJI---
現状と理想の狭間に立ち 賽はとうに投げられ Our lives on the edge
伸るか反るかのDayz 足掻いてるなら 傷ついた意味もあるだろう?

消してはまた描いて 決して醒めぬ夢まで
地図を破り捨てて 見上げた Daybreak
確かなものはないさ 昨日までの過去さえ
重荷は翼にもなるから I think so 夜を明かそう
LaLa, Breaking up fake days, Tonight

まだまだ始まっちゃいない Winding road 乗りかけた列車なら Go to the last stop
雨と涙のKiss 乾く猶予もない 真夜中のトビラを蹴破れ

知ったふりの明日も 空回りの昨日も
全ては無駄じゃないと 伝えたいから
どんな病める時にも いつも支えてくれた
只、君の笑顔が欲しくて 僕は此処にいるんだ

So I wish you get all happiness
And I wish you walk until the end
I want nothing else
I want nothing else
If only you were here

見上げれば 世界には 知らない事ばかりで
地図を破り捨てて 掲げた Daybreak
確かなものはないさ 昨日までの過去さえ
重荷は翼にもなるから I think so 夜を明かそう
LaLa, Breaking up fake days
形はなくとも 歌は消えずに そばに居るよ


---ROMAJI---
Genjou to risou no hazama ni tachi sai wa tou ni nagerare Our lives on the edge
Noruka soru ka no Dayz agai teru nara kizutsuita imi mo aru darou?

Keshite wa mata egaite kesshite samenu yume made
Chizu o yaburisutete miageta Daybreak
Tashika na mono wa nai sa kinou made no kako sae
Omoni wa tsubasa ni mo naru kara I think so yoru o akasou
LaLa, Breaking up fake days, Tonight

Madamada hajimatchainai Winding road nori kaketa ressha nara Go to the last stop
Ame to namida no Kiss kawaku yuuyo mo nai mayonaka no TOBIRA o keyabure

Shitta furi no ashita mo karamawari no kinou mo
Subete wa muda janai to tsutaetai kara
Donna yameru toki ni mo itsumo sasaete kureta
Tada, kimi no egao ga hoshikute boku wa koko ni iru n'da

So I wish you get all happiness
And I wish you walk until the end
I want nothing else
I want nothing else
If only you were here

Miagereba sekai ni wa shiranai koto bakari de
Chizu o yaburi sutete kakageta Daybreak
Tashika na mono wa nai sa kinou made no kako sae
Omoni wa tsubasa ni mo naru kara I think so yoru o akasou
LaLa, Breaking up fake days
Katachi wa nakutomo uta wa kiezu ni soba ni iru yo

Entri Populer